Penulis: Woda
Pengakuan:
Paling sering ia datang kepadaku saat mandi. Ketika air hangat mengalir di bahuku, dan uap menutupku dalam ruang kecil yang lembap, aku merasa aman… dan pada saat yang sama lebih berani daripada sebelumnya.
Aku memejamkan mata dan membayangkan seseorang berdiri di belakangku. Aku tidak melihat wajahnya. Aku hanya merasakan kehadirannya — berat tatapan di kulitku, napas tepat di dekat telingaku, kehangatan tangan yang perlahan bergerak menyusuri punggungku yang basah.
Dalam fantasi ini, aku bukan perempuan rasional dan tertata yang dikenal semua orang. Aku lebih berani. Lebih sadar akan tubuhku. Kadang-kadang kubayangkan bahwa aku menyerahkan kendali. Kadang-kadang, akulah yang memimpin permainan.
Air menenggelamkan segalanya. Pikiranku, napasku yang memburu, ketegangan hening di perutku. Dan ketika kututup keran dan uap mulai menghilang, aku kembali pada kenyataan.
Tak seorang pun tahu bahwa mandi biasa telah menjadi tempat di mana aku mengizinkan diriku menikmati hasrat-hasrat yang paling tersembunyi. Dan mungkin justru karena itulah aku kembali ke sana setiap hari.
Penebusan:
Pikiran-pikiran gelap menari-nari di kepalaku, membaringkan diri di atas jiwa seperti bayangan di sebuah ruangan yang dibanjiri cahaya matahari. Ada jurang di dalam hatiku, tempat suara misterius menarikku masuk, membisikkan janji-janji tentang kekuasaan dan kehilangan.
Di bawah pancuran, di tempat perlindungan yang lembap ini, aku menjadi seseorang yang lain. Terkadang aku memikirkan apa yang tersembunyi di belakang, di balik tirai pada tubuhku, tentang rasa malu yang berubah menjadi getaran kegairahan. Hanya di sini, di bawah aliran air hangat, aku dapat menerima kegelapan, kekuasaan itu, saat aku berubah menjadi pendengaran semata, menjadi ketidakberdayaan.
Namun godaan ini memiliki harga
Masz swój skryty grzech?
Zrzuc ciężar ze swojego sumienia. Kliknij poniżej, aby wyznać swój sekret w 100% anonimowo i otrzymać natychmiastową pokutę Spowiednika.
Wejdź do Konfesjonału »
Leave a Reply