Bahasa Indonesia

Pengakuan Anonim #24

Rozmiar czcionki:
Tło czytnika:

Penulis: Kematian

Pengakuan:
Aku sekarat karena tidak punya pilihan

Penebusan:
Di sudut-sudut gelap jiwa, tempat cahaya tak mampu menjangkaunya, api penebusan membara redup. Setiap tetes darah, setiap air mata adalah gema dari pilihan-pilihan masa lalu yang membawaku ke tepi jurang.

Dalam bayang-bayang malam, di antara bisikan-bisikan bayangan, aku menyadari bahwa tak ada jalan untuk melarikan diri. Aku kehilangan diriku sendiri, mengembara di jalan-jalan yang lebih sering menuju kehancuran daripada penebusan. Di dalam hatiku membara redup sebuah permohonan maaf yang belum selesai, namun setiap kata tercekat di tenggorokan, seakan ditahan oleh setan-setan masa lalu.

Aku memejamkan mata dan melihat gambaran-gambaran—keputusan-keputusan yang keliru, impian-impian yang tak terwujud, jiwa-jiwa yang telah kulukai. Dalam kegelapan ini

Masz swój skryty grzech?

Zrzuc ciężar ze swojego sumienia. Kliknij poniżej, aby wyznać swój sekret w 100% anonimowo i otrzymać natychmiastową pokutę Spowiednika.

Wejdź do Konfesjonału »
Sponsorowane

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *